Langsung ke konten utama

Ada apa dengan Produk edukatif Tigaraksa Al-Qolam???

Assalamualaikum ayah bunda sholih sholihah. 😊

Izinkan saya memperkenalkan diri. Saya Yuli ummi Farid, ibu dari satu anak, jagoan hebat Muhammad Farid Ismail.
Alhamdulillah kami dipercaya oleh Allah memiliki anak hebat dan istimewa. Tentu saja hal ini patut disyukuri, sadar kami orang beriman maka tak ada mukmin mukminah yang tak diuji oleh Allah SWT.
Dan sekarang di usianya yang sudah menginjak 2y 7m anak kami sehat. Sekarang sedang atau masih mengikuti terapi wicara di Klinik Bu Rita, Pondok Cabe.
Namun, bukan itu intinya yang akan saya share di blogspot pribadi saya ini. Saya mau share ternyata banyak pengaruh positif produk Tigaraksa Al-Qolam ini pada perkembangan anak kami.
Awalnya di usia 3 bulan setelah kami di Jakarta, dd Farid kami geber terus dengan Murottal Al-Qur'an lewat Speaker Al-Qur'an. Harapan kami dengan sering tasmi' Al-Qur'an akan bawa dampak positif yang luar biasa buat anak kami.
Tepat masuk usia 1y 6m pasca operasi palato, kami nekat beli Hafidz Talking Doll lewat cara arisan. Alhamdulillah, juga membawa dampak positif bagi anak kami.
Dan di saat usia 2y 4m kami hadiahkan Smart Hafiz. Kenapa? Produk ini kece banget, konten bagus dan aman untuk anak. Bahkan mampu membuat anak gak nyandu sama tv atau gadget. Alhamdulillah...
Melihat banyak hal positif yang kami dapat dari produk Tigaraksa Al-Qolam. Maka sayapun terus menggeluti dunia literasi anak. Niat tersebut tak lain tak bukan supaya banyak orang tua yang sadar betapa pentingnya menyelamatkan masa golden age anak kita.
Di era yang semakin dahsyat ini, semakin banyak media yang tak bisa kita counter informasi yang masuk. Pilihannya adalah kita sebagai orang tua yang harus sadar bagaimana menyelamatkan anak kita.
Jadi, buat anak tak perlu terlalu lama berpikir panjang. Memberikan anak produk edukatif yang bagus itu hanya mahal di awal, tapi efeknya Jangka panjang. Dan semoga menjadi investasi kebaikan dunia akhirat. Aamiin ya Robb

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Bergerak menandakan kehidupan

Bismillahhir Rohmannir Rahiim Teruslah bergerak jangan berhenti Teruslah melangkah jangan mundur Teruslah berlari jangan pernah lelah Teruslah berusaha jangan pernah putus asa Teruslah tersenyum meski hati menangis Teruslah berdoa karena kita tak tahu kapan diijabah Teruslah berharap selagi bernafas Teruslah bangkit saat jatuh Teruslah membuat mimpi meski belum terwujud Dan teruslah meminta pada Allah karena Dia saja yang Maha Kuasa Dan teruslah minta pada Allah tetap jadi insan yang baik dan Allah ridhoi Ujian susah maupun senang sama-sama berpahala Hadiahnya adalah Jannah. Allahu Akbar ✊✊✊ #catatanmalamummifarid

Smart Parenting

Anak laki-laki berbaur dengan anak perempuan dalam bermain saat kecil, perlukah khawatir? Oleh Kiki Barkiah Seorang ibu mengkhawatirkan anak laki-lakinya yang berusia TK sering didekati anak-anak perempuan. Beliau khawatir bila terlalu dekat kelak anak tidak bisa menjaga adab pergaulan antara laki-laki Dan perempuan. Sering sekali orang tua merasa khawatir tentang perkembangan anak-anak di masa yang akan datang, jauh sebelum masa itu tiba. Namun sayangnya khawatiran itu sering sekali menghilangkan banyak kesempatan bagi anak untuk menikmati masa-masa keemasan sebagai anak atau menghilangkan banyak kesempatan belajar. Misalnya kita sering khawatir bila anak terlalu lengket, anak akan manja kelak. Padahal masa-masa membangun kelengketan dengan orang tua ternyata sangat penting bagi kehidupan di masa yang akan datang. Sejalan dengan perkembangan usia, akan muncul kesadaran untuk lebih mandiri. Contoh lainnya dalam bersosialiasi. Banyak orang tua yang mengkhawatirkan apabila anak s...

Gadget dan Anak

✅ Kisah Nyata 1. Seorang anak bercerita kepada saya 👦🏻 “Si Fulan (bukan nama sebenarnya, usia 5 tahun), nonton jorok-jorokan perempuan laki-laki ga pake baju di HP, nontonnya sembunyi gelap-gelapan di gudang.” 🧕 Astagfirullah.. Orangtuanya ada ga? 👦🏻 “Ada, pada sibuk trus kecapean kerja semua, jadi dikasih HP aja terus.” ✅ Kisah Nyata 2. Seorang Bapak sedang memarahi 2 anak laki-laki (usia 6 dan 8 tahun), kebetulan di situ ada suami saya, berceritalah juga ke suami. 👱‍♂  “Ada apa Pak?” 👨🏻“Anak saya dipaksa buka celana sampe nangis, makanya saya datangin anak-anak ini.” 👱‍♂ "Beneran kalian ini nyuruh Fulanah (usia 2,5 tahun) buka celana?” 👦🏻🧒 "Iya bener, Fulanah kan mau liat game HP juga, tapi syaratnya buka dulu celananya.” Inna lillaahi.. Entah ini sudah kali keberapa dan apa saja yang pernah mereka lakukan ke Fulanah atau Fulan Fulanah yang lainnya. Langsung mual seketika mendengarnya. ✅ Kisah Nyata 3. Kami menengok seorang anak yang sedang sa...