Langsung ke konten utama

Kisah Inspiratif

Sejak pertama kali memutuskan untuk "berbenah", ujian demi ujian seolah datang dari berbagai arah.
Ya, saya lebih nyaman menyebut ini dengan berbenah, sebab kadang ada rasa sungkan mengklaim ini sebagai sebuah perjalanan hijrah. Belum layak rasanya. I'm not "holy" like that.

Mulai dari hilangnya pekerjaan yg digeluti selama 15 tahun, hilangnya satu persatu teman-teman, side job, dan banyak hal kesenangan duniawi lainnya.
Tempo hari kehilangan dompet berisi surat-surat penting dan ATM yg terkuras belasan juta rupiah, selang beberapa hari kehilangan smartphone berisi data-data penting. Belum ilang nyeseknya, seminggu kemudian giliran smartphone istri yg hilang. Bersamaan dengan datangnya kabar ketipu travel umroh, padahal gara-gara niat umroh itu saya harus membatalkan perjalanan ke Rohingya. Belum lagi rumah yg kemasukan maling. Semua berentetean. Kami sampai sempat suudzon menghadapi hari-hari, kira-kira besok dikasih ujian apalagi.

Tapi Allah punya rencana lain. Kabar baik datang dari Kedubes. Stafnya membaca postingan saya, dan saya diundang ke Jakarta. Qadarullah karena sesuatu dan lain hal, saya gak bisa ke sana. Kesempatan umroh ke dua pun lagi-lagi gagal. Apakah saya menyerah? Haha..nggak dong. Saya percaya Allah akan memanggil orang yg layak, dan saya yakin layak untuk itu.

Sebenarnya masih panjang ceritanya, kalo dijadikan naskah sinetron stripping, mungkin judulnya "Tukang nugget naik umroh". Tapi saya harus buru-buru, setiap detik di sini terasa begitu berharga.
Ya, saat ini saya sudah di tanah haram, bersama istri Ismayanti Wahid dan anak, tanpa biaya sepeserpun. Seseorang memberangkatkan kami, dan hingga detik ini saya gak tau siapa orangnya. Hanya doa-doa yg bisa saya lafalkan di dalam raudhah, masjid Nabawi, dan baitullah untuk membalas kebaikannya.

Oke jamaah. Mohon maaf kalo slow respon, di sini saya hanya modal wifi. Sekitar sejam lagi kami akan menyebrang ke Yordania, besoknya ke Palestina. InsyaAllah nanti ceritanya kita sambung lagi. Doain yah..

Saya percaya keajaiban doa jamaah. Karena sejauh perjalanan ini pun atas iringan doa kalian.
Barokallahu fik..

#ArhamRasyidStatus

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Palestina Di hati kami

Serba serbi Palestina

Adab Baca Al-Qur'an

Membaca Al-Qur’an tentu memiliki adab. Karena yang dibaca adalah kalamullah (firman Allah), bukan koran, bukan perkataan makhluk. Di bulan Ramadhan apalagi, adab ini mesti diperhatikan. Karena intensitas berinteraksi dengan Al-Qur’an sangat tinggi di bulan Ramadhan. Beberapa adab penting yang perlu diperhatikan dalam membaca Al-Qur’an: 1- Hendaklah yang membaca Al-Qur’an berniat ikhlas, mengharapkan ridha Allah, bukan berniat ingin cari dunia atau cari pujian. 2- Disunnahkan membaca Al-Qur’an dalam keadaan mulut yang bersih. Bau mulut tersebut bisa dibersihkan dengan siwak atau bahan semisalnya. 3- Disunnahkan membaca Al-Qur’an dalam keadaan suci. Namun jika membacanya dalam keadaan berhadats dibolehkan berdasarkan kesepatakan para ulama. 4- Mengambil tempat yang bersih untuk membaca Al-Qur’an. 5- Menghadap kiblat ketika membaca Al-Qur’an. Duduk ketika itu dalam keadaan sakinah dan penuh ketenangan. 6- Memulai membaca Al-Qur’an dengan membaca ta’awudz. Bacaan ta’awudz m...

Little Abid

Buku cerdas balita yang dilengkapi dengan digital pen. Keren dan bagus buat stimulus buah hati kita di masa golden age. 😍